Cassandra pertama kali dikembangkan oleh Facebook. Sebagai gambaran, Facebook merupakan platform social networking terbesar yang melayani ratusan juta pengguna dimana pada waktu puncak penggunaan (peak time), Facebook mengerahkan puluhan ribu mesin server yang dimilikinya yang tersebar di banyak data center di berbagai belahan dunia.
Cassandra sebenarnya pada awalnya didesain untuk mengatasi masalah yang terjadi pada Inbox Search Facebook. Inbox Search merupakan fitur yang memungkinkan pengguna untuk melakukan pencarian pada Facebook Inbox. Bagi Facebook ini artinya sistem harus mampu menangani performa penulisan data yang tinggi, jutaan penulisan data per hari, dan dari jutaan pengguna. Semenjak pengguna dilayani dari data center yang terdistribusi secara geografis, kemampuan untuk mereplika data antar data center merupakan kunci untuk menjaga latency (waktu) pencarian menjadi turun (cepat). Saat ini Inbox Search telah digunakan oleh lebih dari 250 juta pengguna dari sejak fitur ini diluncurkan, dimana pada saat itu pengguna Facebook kurang lebih 100 juta pengguna. Dan Cassandra telah menunjukkan performa yang sangat baik sampai saat ini walaupun dengan angka pengguna yang sedemikian besar. Cassandra saat ini telah digunakan sebagai backend storage service untuk banyak layanan di dalam Facebook.
Fitur-fitur yang dimiliki Cassandra antara lain:
- Decentralized : setiap node di dalam cluster adalah identik.
- Fault-tolerant : data secara otomatis akan direplikasi ke banyak node. Juga mendukung replikasi antar data center.
- Tunable Consistency
- Elasticity

No comments:
Post a Comment